Fakta Mengenai Jerman

Salah Satu Taman di Jerman. (Foto: dok. pribadi)

 Cara Hidup

Dalam masyarakat Jerman terdapat aneka bentuk kehidupan bersama, akan tetapi se­bagian besar orang – lebih dari 66 juta penduduk – hidup dalam rumah tangga yang mencakup beberapa orang. 16 juta orang tinggal sendiri. Lebih dari 41 juta orang hidup dalam rumah tangga orang tua-anak, di antaranya sekitar 20 juta anak. Hampir 23 juta orang hidup berpasangan, tanpa anak. Termasuk di antaranya mayoritas dari ke-46.000 laki-laki dan 23.000 perempuan yang tinggal bersama partner sejenis. Menurut perkiraan, secara keseluruhan terdapat 160.000 pasangan sejenis di Jerman.

Orang Tua Tunggal

Orang tua yang mengasuh anak dalam 1,6 juta lebih keluarga hanya seorang saja. Dalam lebih dari 90 persen kasus seperti itu, orang tua tunggal adalah ibu. Banyak di antara mereka tidak bekerja atau mendapat pekerjaan paruh waktu saja. Antara lain untuk memudahkan orang tua tunggal mendapat mata pencaharian tetap, pengasuhan anak sehari penuh, artinya di luar jam taman kanak-kanak dan sekolah, akan ditingkatkan, begitu juga fasilitas asuhan anak di bawah tiga tahun.

Kenaikan Usia Harapan Hidup

Pada awal abad ke-20, usia harapan hidup rata-rata masih berkisar sekitar 46 tahun. Sekarang, seorang anak laki-laki yang baru lahir dapat mengharapkan akan mencapai usia 77 tahun, seorang anak perempuan bahkan 82 tahun.

Gaya Hidup Generasi Lanjut Usia

Orang lanjut usia kini tidak hanya mencapai usia lebih tinggi, melainkan juga lebih sehat, lebih bugar dan lebih aktif daripada generasi-generasi sebelumnya. Mereka mapan secara ekonomi: Kelompok umur di atas 60 tahun memiliki hampir sepertiga dari daya beli total. Gaya hidup dari “generasi 50+” telah banyak berubah. Kira-kira setiap orang kedua memberi perhatian khusus kepada kebugaran, kesehatan dan kesegaran. Oleh karena itu kegiatan jasmani dan olahraga semakin dipentingkan: Setiap orang ketiga di kelompok usia 60 tahun ke atas berolahraga hampir setiap hari. Rasa segan untuk memakai internet pun telah hilang. Kalau kelompok usia 66–70 tahun dahulu masih merupakan minoritas sebagai pemesan barang lewat internet, kini mereka merupakan kelompok terbesar di antara pengguna internet – demikian hasil sebuah studi Universitas Osnabrück.

Hak Asasi Manusia

Pemerintah Federal Jerman sangat mementingkan penghargaan hak asasi manusia dan perluasannya di seluruh dunia. Bersama mitranya di UE diusahakannya secara konsekuen agar standar hak asasi dilindungi dan dikembangkan secara kontinu. Hal itu dilakukan dalam kerja sama erat dengan lembaga-lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya kantor Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia di Jenewa. Dalam menjalankan kebijakan hak asasi, Jerman didorong oleh kewajiban konkret: Melindungi manusia terhadap pelanggaran hak dan kebebasan pokok mere-ka, dan menciptakan prasyarat yang menjamin bahwa penindasan, kesewenang-wenangan dan eksploitasi tidak mungkin dilakukan lagi. Tekad tersebut bersumber pada konstitusi: Ayat 1 Grundgesetz menyebut hak asasi manusia sebagai dasar bagi setiap masyarakat serta perdamaian dan keadilan di dunia.

Kegiatan Sosial

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kemasyarakatan cukup tinggi di Jerman: 36 persen dari pemuda-pemudi berumur 14 -24 tahun menjadi sukarelawan. Mereka turut aktif khususnya di bidang olahraga, pengisian waktu luang dan penyelenggaraan acara, di lingkungan sekolah, budaya atau gereja, serta dalam regu pemadam kebakaran dan penyelamatan. Ada bidang tertentu yang bahkan tergantung dari peranserta anak muda, karena andil mereka begitu besar – hal itu misalnya terjadi di banyak perkumpulan olahraga. Separuh di antara para remaja aktif di perkumpulan, seperempat menjadi sukarelawan di organisasi kemasyarakatan besar, khususnya di gereja-gereja.

Taraf Hidup

Republik Federal Jerman tergolong negara bertaraf hidup paling tinggi di dunia. Menurut Indeks HDI Perserikatan Bangsa- Bangsa, Jerman termasuk negara paling maju menurut kriteria usia harapan hidup, taraf keberaksaraan, dan pendapatan per kapita. Sistem kesehatan memungkinkan pelayanan medis yang lengkap, sistem-sistem jaminan sosial berupa asuransi wajib di bidang kesehatan, perawatan, kecelakaan, purnakarya/hari tua dan pengangguran melindungi warga dari dampak keuangan yang ditimbulkan risiko kehidupan.

 

Bantuan sosial

Jaringan jaminan sosial dilengkapi oleh uang bantuan sosial yang dibiayai oleh pajak. Tunjangan itu diberikan kepada warga yang tidak sanggup mengatasi keadaan susahnya dengan tenaga dan sarana sendiri atau dengan bantuan keluarganya. Di samping itu terdapat bantuan sosial pokok untuk orang lanjut usia atau orang invalid, begitu juga bantuan dari pihak negara untuk biaya hidup dan dalam situasi khusus.

 

Sumber:  tatsachen-ueber

Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya:

Orang Jerman itu
Aturan Internetan di Jerman
Musim Dingin di Jerman
Kuliner Indonesia yang Nganggenin
Musim Panas Suka atau Tidak Terpaksa Dinikmati
Istilah Masakan Jerman – Indonesia
Kamar Mandi di Jerman

About these ads

5 pemikiran pada “Fakta Mengenai Jerman

  1. mba, tanya dong.. kalau kuliah di negara orang paling enak,bagus,nyaman dimana ya? jerman kah? setau saya, sekolah gratis ya disana? pergaulannya gimana ya?

    Suka

    • Hai Putri, yang paling sering saya dengar sih ya di Jerman dan Belanda. Sekolah gratis sih, tapi harus ada deposit yang harus dipenuhi sampai sekolah lulus.
      • Untuk informasi detail mengenai sekolah atau kuliah di Jerman, silakan klik http://www.daad.de/deutschland/deutsch-lernen/warum-deutsch-lernen/13863.en.html Lihat pilihan dibagian dikiri, ada tipe sekolah atau universitas, lalu rencana untuk pendidikan, biaya, tinggal di Jerman dan lain-lain.
      • Informasi lain juga diberikan website kedutaan Jerman silakan klik http://www.jakarta.diplo.de/Vertretung/jakarta/id/06/Studieren__in__Deutschland/Studieren__in__Deutschland.html
      • Untuk Visa sekolah atau kuliah, harus ada deposit 7.908 Euro, yang baru bisa diambil setelah sekolah selesai, detailnya klik http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/937478/Daten/2258585/download_finanzierungsnachweis.pdf
      • Kalau soal pergaulan, ya harus bisa berbahasa Jerman supaya bisa kemana-mana, misal mau belanja ke supermarket, naik kereta, bus, semuanya dalam bahasa Jerman. Secara umumnya pergaulan di Eropa bebas ya, jadi jangan kaget kalau lihat hal-hal aneh disini yang di Negara kita dilarang, disini malah bebas, harus kuat iman :D.

      Suka

      • makasih mba udah dijawab :) yang gratis itu bayaran kuliah saja ya? iya ini lagi dalam proses belajar hehe. mba,tips dong,cara mudah hafal kosakata jerman yang bikin lidah orang Indo keriting gimana ya? masalah di menghapal kosakatanya sih.
        Kalau mba yang jadi mahasiswa nih, bakal betah kuliah dimana kira2? Belanda/Jerman? kenapa?
        gimana caranya menghadapi orang sana yang katanya kaku, tegas, sangar di awal2? benar gitu mba? :D
        maaf ya mba banyak tanya,lagi ngumpulin banyak2 info.. mohon bantuannya :)

        Suka

        • Hai lagi Putri, kosakatanya harus dihapal mati Put :D saya juga masih level A2 kursus bahasa Jerman, tapi kalau disini namanya kursus integrasi, penekanannya lebih ke bicara, tiap hari dikelas dipaksa gurunya supaya bicara. Kalau dari segi cuaca, Jerman dan Belanda sama-sama enak, kalau bahasa selain bahasa setempat, setau saya di Belanda lebih banyak orang yang bisa (mau) bicara bahasa inggris, kalau Jerman amat sangat jarang dan informasi di jalan atau public place bahasa Jerman semua. Coba deh baca informasi di websitenya kedubes Belanda dan Jerman mengenai pendidikan, supaya Putri pasti mau pilih yang mana ;-).

          Suka

Komentar ditutup.