Bulan lalu saya diberikan satu pohon ketimun oleh mama mertua saya. Akhir bulan ini mulai banyak bakal buahnya bermunculan. Saya hitung-hitung sudah ada 9 buahnya, dan juga beberapa bunga-bunganya yang mulai bermekaran. Kalau cuaca mulai panas seperti sekarang ini, enak sekali menikmati salad ketimun, apalagi kalau didinginkan dulu, sluurrrppp nikmat!
.
Saya ada sih bibit (biji) ketimun, sudah sebulan ditanam baru satu yang tumbuh, itupun kecil sekali. Untunglah mama mertua memberikan saya yang benar-benar sudah jadi pohon. Saya belum sempat membeli kayu (bingkai) untuk merambatnya si pohon ketimun. Setelah saya perhatikan beberapa hari ini ternyata cocok juga loh potnya diletakkan disamping pohon cemara, jadi si ketimun bisa merambat deh.
Beberapa hal seputar Ketimun:
• Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.; suku labu-labuan atau Cucurbitaceae), berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim: setelah berbunga dan berbuah tanaman mati.
• Buah mentimun berbentuk silinder, memanjang dengan ujung meruncing, dan mungkin sama besar dengan panjang hingga 60 cm dan diameter hingga 10 cm. Memiliki biji tertutup dan berkembang dari bunga.
• Ketimun diklasifikasikan sebagai buah-buahan. Namun, seperti tomat dan labu mereka sering dirasakan, disiapkan dan dimakan sebagai sayuran.
• Ketimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak (90% air) di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
• Penghasil ketimun terbesar didunia adalah China, di peringkat kedua adalah negera Iran, kemudian Turki, Rusia, Amerika, Ukraina, Spanyol, Mesir, Jepang dan Indonesia berada di peringkat 10 (sumber UN Food & Agriculture Organisation 2010)
Video Pohon Ketimunku.
Sumber: Wikipedia.org
Baca juga:
• Selamat Datang Musim Semi
• Kilas Balik Gagal Totalnya Proyek Berkebun
• Update My Garden
Tulisan Terkini:
- 4 Tahun Bersama WordPress
- Update Bunga Musim Panas
- Curhat Ngeblog (2)
- Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart (Bagian 3)
- Kisah Kawin Campur (Bagian 6)
- Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart (Bagian 2)
- Jalan-jalan ke Wilhelma Stuttgart
- My 1st Wedding Anniversary
- Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 5)
- Menanam Bibit Bunga Musim Panas (Bagian 2)
- Jangan Biarkan Tanaman Hias Berdebu
- Kisah Kawin Campur (Bagian 4)
- Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 3)
- Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 2)
- Beberapa Kisah Kawin Campur yang Tragis

Pingback: Berkebun di Musim Dingin (Bagian 2) | Rumah Silaen Salzgeber
Pingback: Update Kebun Sayuranku (Panen) | Rumah Silaen Salzgeber
Pingback: Padatnya Kebun Tomatku :) | Rumah Silaen Salzgeber
Pingback: Wadah Bekas Sebagai Pot | Rumah Silaen Salzgeber
Pingback: Murah Meriah Mendekorasi Bunga | Rumah Silaen Salzgeber
Pingback: Pemanfaatan Botol Wine di Kebun | Rumah Silaen Salzgeber
Pingback: Kebun Stroberiku | Rumah Silaen Salzgeber