Mejeng di Majalah

Apakah kamu pernah masuk majalah?, bukan majalah dewasa ya hehe :lol: . Beberapa waktu lalu saya diwawancarai untuk suatu rubrik majalah. Bukan majalah seputar gardening seperti hobi saya, melainkan seputar cari jodoh melalui media online.

Berhubung saya sudah sering ditanya-tanya baik secara langsung atau per email, jadi pertanyaannya itu lagi itu lagi :roll: . Jadi kali ini saya simpan, kalau ada yang tanya seputar cari jodoh lagi, *sstt jangan bilang-bilang, saya akan pakai jawabannya lagi :wink: .

Berikut wawancaranya:

1. Kapan Anda bertemu pertama kali dengan pasangan Anda? Jika ingat, boleh dengan tanggal dan bulan dan tahunnya, atau momen yang terjadi saat itu?. Ini maksudnya pertama kenalannya di online dating atau ketemuannya ya? kalau pertama kali bertemu langsung (copy darat) pada 26 Juni 2010.
2. Bagaimana pandangan Anda tentang mendapatkan jodoh lewat website?. Saat ini banyak hal bisa dilakukan secara online. Termasuk mencari jodoh, jadi menurut saya sah-sah saja buat mereka yang mencari jodoh secara online. Rutinitas kesibukan sehari-hari mengurangi kesempatan kita untuk bergaul apalagi mencari jodoh, jadi dengan ada online dating sangat membantu mereka mencari pasangan yang cocok.

3. Mengapa Anda memilih berusaha mencari jodoh lewat website?. Alasan karena saya mencari pasangan western alias bule. Berhubung di Jakarta saya tidak berada di lingkungan yang banyak orang asingnya, ya satu-satunya cara buat saya adalah mengikuti situs biro jodoh online.

*besok-besok kalau ada pertanyaan ini lagi, akan saya sedikit revisi. “Berhubung wajah saya jauh dari kriteria CANTIK bagi pria Indonesia, tidak pernah ditembak (ha mati dong :razz: ), iyaa tidak pernah ada pria Indonesia yang mengajak saya pacaran, iihh kasihan banget ga sih?. Kemudian umur saya sudah lampu merah bagi pria Indonesia”.

4. Mengapa Anda memilih website tersebut? Saya mengikuti 2-3 website serupa. Beruntung bertemu suaminya di asiandating.com. *sepertinya jawaban saya tidak nyambung haha.
5. Dari mana Anda mengetahui website tersebut? Dari internet, lupa tepatnya dari mana. Iklan-iklan online dating semacam ini biasanya bisa muncul dihalaman depan website tertentu, atau iklan disisi kanan kiri email kita.
6. Awalnya, apa harapan Anda dalam bergabung dengan website tersebut? Harapannya ya dapat jodoh yang cocok dong hehe.

7. Sebelum dengan pasangan yang sekarang, apakah Anda sempat menjalin hubungan dengan orang dari website yang sama? Tidak.
8. Siapa yang pertama kali menyatakan ketertarikannya? Si pria.

9. Berapa lama sejak ‘berkenalan’ lewat website sampai akhirnya jadian? 4 bulan. Setelah pertemuan pertama kali di Jakarta kita saling suka, trus jadian deh.
10. Setelah itu, bagaimana proses pendekatan yang terjalin antara Anda dan pasangan? Karena LDRS jadi pendekatannya melalui komunikasi melalui media online, misal email, ym, skype atau berkirim surat.

11. Apa yang paling Anda suka dari pasangan Anda? Saya paling suka sifat dia yang sangat perhatian ke saya, dia romantis, termasuk dia membantu urusan rumah tangga seperti masak, cuci piring dll.
12. Bagaimana Anda menyesuaikan diri dengan karakter pasangan Anda? Saya tidak kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan karakternya. Sejalannya waktu saya tambah mengenal sifat si dia.

13. Apa trigger yang membuat Anda berujar, “Ya, saya menerimanya sebagai jodoh saya.” ketika bertemu dia secara langsung, saya merasa nyaman, kita nyambung komunikasinya. Itu yang menjadi triggernya.
14. Setelah itu, apakah jalan menuju pernikahan berlangsung mulus? Apakah ada hambatan-hambatan tertentu? Apa saja? Puji Tuhan jalannya lancar hingga pernikahan.

15. Bagaimana mengatasi hambatan tersebut? Tidak ada hambatan.
16. Peristiwa atau momen apa yang paling berkesan selama Anda menjalin relationship? Momen paling berkesan bagi saya ketika si dia bisa berbaur dengan keluarga saya.

17. Sekarang, bila menoleh ke belakang, apa yang Anda rasakan dengan kisah ‘berjodoh’ lewat website yang Anda alami?. Yang saya rasakan, saya sangat beruntung akhirnya bertemu jodoh saya melalui online dating.
18. Apakah Anda menyarankan menggunakan media ini untuk wanita lain?. Iya saya sangat menyarankan untuk bergabung dengan online dating seperti yang saya ikuti. Asal kita tahu rambu-rambunya, misal kalau ada yang bilang suka (cinta) jangan langsung percaya 100%, harus gali informasi si calon dulu hingga bertemu keluarga si dia. Banyak scammer cinta, jadi kita harus hati-hati juga jangan langsung termakan rayuan gombal.

**********

Saya tidak tahu kapan majalah tersebut sudah beredar, karena saya kan di Jerman, jadi tidak bisa beli. Saya minta yang mewawancarai saya kirim soft copy nya ke email saya. Untung dia baik hati :smile:. Kemarin saya sms adikku minta belikan majalahnya, cihuyy adikku bilang sudah dibeli :mrgreen: .

Kami Mejeng di Majalah ini, Jarang-jarang kan bisa eksis begini hehe

Kami Mejeng di Majalah ini, Jarang-jarang kan bisa eksis begini hehe

Di wawancara tersebut saya menyebut situs dimana saya bertemu Frank, hmm seharusnya saya dapat bonus dong ya dari situs tersebut, karena belakangan jadi banyak yang nanya-nanya dan saya promosiin situs tersebut melulu.

Saya telp mamaku di Indonesia, minta kirim majalahnya minggu kedua September bulan depan. Terjadilah percakapan singkat:

Anak: “Ma, sudah lihat fotoku mejeng dimajalah ga?, sudah dibeli Roy majalahnya kan?” (*Roy adikku).
Mama: “Iya sudah, kok bisa, kapan diwawancara, dapat honor berapa?”.
Anak: “Eh busyett pertanyaannya borongan. Bisalah ma diwawancara lewat email, anakmu kan eksis lewat blog :D, ga dapat honor, biar tenar aja”.
“Mak, cakep ga aku terlihat di majalah itu???” hahaha.
Mama: “Cakep lah, cuma pendek banget”.
Anak: “Yaelah iya lah pendek. Mamaku pendek bagaimana aku bisa tinggi?, dikira anak tetangga nanti, itu si Frank aja yang jangkung”.

Teman-teman, maaf ya kolom komentar judul ini saya nonaktifkan, tolong berikan jempol “like” kalian saja sudah membuat saya senang sekali :grin: . Oh ya kalau mau memberikan komentar, silakan ditunggu di tulisan saya yang ada bunga-bunganya.

Haha kamu masih pada nunggu link majalah yang ada nama saya dimuat? Penasaran melihat saya? *mulainarsis lagi :razz: . Oke daripada saya dibilang ngoceh tanpa bukti, silakang disini ya → Akhirnya Bertemu Jodoh setelah masuk klik lagi linknya, cerita bagian saya di halaman paling terakhir.

Ecclesiastes 4: Two are better than one, because they have a good return for their work: If one falls down, his friend can help him up. But pity the man who falls and has no one to help him up!.

 

 

Artikel Terkait:
Setelah Online, Saatnya Kopi Darat
Kisah Cintaku
Cinta via Biro Jodoh Online
101 Romantic Ideas
Wanita Ciptaan Terindah
Cinta vs Uang Hati-hati Love Scam

Tentang iklan-iklan ini